7

Renungan hari ini

*Rasulullah menangis hingga pengsan ketika Jibril menyebutkan penghuni neraka yg ke-7* 🔥🔥🔥

Jibril datang kpd Rasulullah pada waktu yg tidak seperti biasa. Raut wajah tidak seperti biasa. Nampak berbeza.

Rasulullah SAW bertanya:
“Mengapa aku melihat kau berubah muka (wajah)?” Jawab Jibril: “Ya Muhammad, aku datang kpdmu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan nyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu terbesar, untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman drpdnya”.

Lalu Rasullulah saw bersabda:
“Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam”.

Jawab Jibril: “Ketika Allah menjadikan Jahanam, maka dinyalakan selama 1000 tahun sehingga merah, kemudian dilanjutkan 1000 tahun sehingga putih, kemudian 1000 tahun lagi sehingga hitam, lalu menjadi hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya.

*Demi Allah*, seandainya terbuka sebesar lubang jarum nescaya akan dapat membakar semua penduduk dunia kerana panasnya. Demi Allah, andainya satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi nescaya akan mati penduduk bumi karena panas dan basinya.

*Demi Allah,* andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Quran itu diletakkan di atas bukit, nescaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke 7.

*Demi Allah,* andainya seorang di hujung barat tersiksa, nescaya akan terbakar orang-orang yg di hujung timur kerana sangat panasnya. Jahannam itu sangat dalam, perhiasannya besi dan minumannya air panas bercampur nanah dan pakaiannya adalah potongan api.

Api neraka itu ada 7 pintu, jarak antara pintu sejauh 70 tahun dan tiap pintu panasnya 70 kali dari pintu yg lain”.
Dinyatakan dalam 1 Hadis Qudsi: “Bagaimana kamu masih bisa melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-KU. Tahukah kamu bahwa neraka jahanamKU itu mempunyai 7 tingkat.

Setiap tingkat mempunyai 70000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70000 batang pokok zaqqum.

Di bawah setiap pokok zaqqum mempunyai 70000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjangnya 70 hasta mengandung lautan racun yg hitam pekat. Dan di bawah setiap pokok zaqqum terdapat 70000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70000 malaikat”.

“Api yg ada sekarang ini, yg digunakan bani Adam untuk membakar, hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam”
-HR. Bukhari-Muslim.

ALLAH berfirman dalam beberapa ayat berikut.

“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yg jauh, mereka akan mendengar kegeraman dan suara nyalanya”.- QS. Al-Furqan: 11.

“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yg mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka) itu terpecah lantaran marah”. -QS. Al-Mulk: 7.

Air di jahannam adalah Hamim (air panas yg menggelegak), anginnya adalah Samum (angin yg amat panas), sedang naungannya adalah Yahmum (naungan berupa potongan-potongan asap hitam yg sangat panas). – QS. Al-Waqi’ah: 41-44.

Nabi Muhammad SAW meminta Jibril untuk menjelaskan satu per satu mengenai pintu-pintu neraka tersebut.

“Pintu pertama dinamakan Hawiyah (jurang), yg diperuntukkan bagi kaum munafik dan kafir.

Pintu ke 2 dinamakan Jahim, yg diperuntukkan bagi kaum musyrikin.

Pintu ke 3 dinamakan Saqar, yg diperuntukkan bagi kaum shobiin atau penyembah api.

Pintu ke 4 dinamakan Ladha, diperuntukkan bagi iblis dan para pengikutnya.

Pintu ke 5 dinamakan Huthomah (menghancurkan hingga berkeping-keping), diperuntukkan bagi kaum Yahudi.

Pintu ke 6 dinamakan Sa’ir (api yg menyala-nyala), diperuntukkan bagi kaum kafir.

Rasulullah bertanya: “Bagaimana dgn pintu ke 7 ?”

Sejenak malaikat Jibril seperti ragu ragu untuk menyampaikan siapa yg akan menghuni pintu ketujuh. Akan tetapi Rasulullah SAW mendesaknya sehingga akhirnya Malaikat Jibril mengatakan …

*”Pintu ke 7 diperuntukkan bagi umatmu yg berdosa besar dan meninggal sebelum bertaubat.”*

Mendengar penjelasan itu, Rasulullah terkejut lalu pengsan. Jibril lalu meletakkan kepala Rasulullah SAW di pangkuannya sehingga sedar kembali dan sesudah sedar beliau bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauan dan rasa sedihku, apakah ada seorang dari umat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jawabnya: “Ya, iaitu orang yg berdosa besar dari umatmu.”

Nabi Muhammad SAW lalu menangis. Jibril pun ikut menangis. Kemudian Nabi langsung masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sholat.

Setelah kejadian itu, beliau tidak berbicara dengan siapapun selama beberapa hari dan ketika sholat beliau pun menangis dengan tangisan yg sgt memilukan.

Jom kita taubat sebelum terlewat dgn taubatan nasuha. Ya Allah, mohon ampun atas segala dosa. Janganlah sampai kita meninggal sebelum bertaubat.

Banyakkan sholawat kpd Nabi Muhammad SAW agar kita mendapatkan syafa’at beliau di akhirat nanti.

Wahai sahabat & saudara2ku, jika selama ini saya salah dan khilaf.
Ana uhibbukum fillah… Semoga kita saling memanggil untuk masuk ke syurga nanti. Jangan sampai ada yg tertinggal di neraka.
Jika engkau tidak menemuiku di Jannah, maka tolong cari dan keluarkan aku dari neraka. 😭..Naudzubillahi min dzalik…

Wallahu’alam

Nama.

Renungan malam: *IBADAH YANG SIA-SIA 😭😭😭😭😭😭😭😭😭*

*Kisah Abu bin Hasyim sang ahli ibadah*

Alkisah ada saorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yg kuat sekali tahajudnya. Hampir ber-tahun2 dia tidak pernah tinggal melakukan salat tahajud. Pada suatu malam saat dia hendak mengambil wudhu untuk salat tahajud, Abu terperanjat oleh kehadiran sesosok makhluk yg duduk di bibir periginya. Abu bertanya, “wahai hamba Allah, siapakah Engkau?” Sambil tersenyum, sosok itu berkata, “aku Malaikat utusan Allah,” Abu Bin Hazim hairan sekaligus bangga kerana kedatangan tamu Malaikat mulia itu. Dia lalu bertanya, “apa yang mahu kamu lakukan di sini?” Malaikat itu menjawab, “Aku disuruh mencari hamba pencinta Allah.” Ia melihat Malaikat itu memegang kitab yang tebal, Abu lalu bertanya lagi, “wahai Malaikat, buku apakah yg kau bawa itu?” Malaikat itu menjawab, “ini adalah kumpulan nama hamba2 pencinta Allah SWT.”
Mendengar jawaban Malaikat itu, Abu bin Hasyim berharap dalam hati, namanya pasti ada disitu. Maka ditanyalah Malaikat itu lagi, “wahai Malaikat, adakah namaku tertulis disitu?” Abu bin Hasyim yakin bahwa namanya patut tertulis di dalam buku itu, mengingati amalan ibadahnya yg tidak kenal lelah dan putusnya. Ia selalu mengerjakan sholat tahajud setiap malam, berdo’a dan bermunajat kepada Allâh SWT di sapertiga malam. “Baiklah, aku periksa,” kata Malaikat itu sambil membuka kitab besarnya. Dan ternyata Malaikat itu tidak menemukn nama Abu bin Hasyim di dalamnya. Dengan tidak percaya, Abu bin Hasyim meminta Malaikat itu memeriksanya sekali lagi. “Betul … namamu tidak ada di dalam buku ini,” kata Malaikat itu. Abu bin Hasyim pun jadi gementar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat itu. Dia menangis se-jadi2nya. “Rugi sekali diriku yg selalu tegak berdiri di setiap malam dalam tahajud dan bermunajat … tetapi namaku tidak masuk dalam golongan para hamba pecinta Allah SWT,” ratapnya. Melihat itu, Malaikat itu berkata, “wahai Abu bin Hasyim ! Bukan aku tidak tahu yang engkau bangun tahajud setiap malam ketika yg lain sedang tidur… mengambil air wudhu dan kedinginan pada saat orang lain terlelap dalam buaian malam. Tapi tanganku dilarang Allâh SWT drpd menulis namamu.” “Apakah gerangan yg menjadi penyebabnya,” tanya Abu bin Hasyim. “Engkau memang rajin bermunajat kpd Allâh SWT, tapi engkau tunjjukkan ibadah mu itu dgn rasa bangga ke-mana2 dan asyik beribadah memikirkan diri kamu sendiri.
Dikanan dan kirimu ada orang yang sakit atau lapar, tidak engkau hiraukan, ziarah dan beri makan. Bagaimana mungkin engkau dapat menjadi hamba pecinta Allah SWT kalau engkau sendiri tidak pernah mencintai hamba2 yg diciptakan Allâh SWT?” kata Malaikat itu. Abu bin Hasyim rasa saperti disambar petir di siang hari. Dia tersadar bahwa hubungan ibadah manusia itu tidaklah hanya kpd Allâh SWT semata-mata (hablumminAllâh), tetapi juga ke sesama manusia atau makhluk Allah SWT (hablumminannâs) dan sekelian alam. 🕋🕋🕋

_*JANGAN LAH BANGGA DENGAN BANYAK SALAT, PUASA DAN ZIKIR KARENA ITU SEMUA BELUM MEMBUAT ALLAH SWT SENANG DGN KITA!!!*_

_*“`MAU TAHU APA YANG MEMBUAT ALLAH SWT SENANG DGN KITA???*_

*_Nabi Musa: Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang ?_*

*_Allah:_*
*_SALAT? Salat mu itu untuk dirimu sendiri, karena dengan mengerjakan salat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar._*

*_DZIKIR? Dzikirmu itu hanya untukmu sendiri, membuat hatimu menjadi tenang._*

*_PUASA? Puasamu itu untuk dirimu sendiri, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri._*

*_Nabi Musa: Lalu apa yang membuat Mu senang Ya Allah?_*

*_Allah: SEDEKAH, INFAQ, ZAKAT serta PERBUATAN BAIKmu._*
_Itulah yang membuat AKU senang, karena tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang susah, AKU hadir disampingnya.
Dan AKU akan mengganti mu dengan ganjaran 700 kali (Al-Baqarah 261-262)—_

*_Nah, bila kamu sibuk dengan ibadah ritual dan bangga akan itu… maka itu tandanya kamu hanya mencintai dirimu sendiri, bukan Allah SWT_*
*_Tapi, bila kau berbuat baik dan berkorban untuk orang lain… maka itu tandanya kau mencintai Allah SWT dan tentu Allah SWT senang karenanya._*
*_Buatlah Allah SWT senang kpd mu maka Allah SWT akan limpahkan rahmat-Nya dengan membuat hidupmu lapang dan bahagia_*

*(Kitab Mukasyafatul Qulub, karya Imam Al Ghazali)*
Saudaraku seiman, sebarkanlah ilmu ini agar makin Barakah kehidupan kita sekelian.
Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.